Featured Post Today
print this page
Latest Post

Wisata Air Terjun Pengantin

 

Air Terjun Pengantin adalah sebuah air terjun yang terdapat di Dusun Besek Desa Hargomulyo Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dahulunya air terjun ini diberi nama Grojokan Ndukji/Jumog tetapi karena sekarang air terjun ini terbagi menjadi dua air terjun kembar maka diberi nama Air Terjun Pengantin. Seperti tempat-tempat wisata yang lain di kota Ngawi, mungkin wisata air terjun pengantin ini dapat menjadi alternatif tempat wisata alam di daerah Ngawi. 
Untuk mencapai lokasi Air Terjun Pengantin, dari kebun teh jamus anda lurus sampai di sekolah SDN Hargo 4(kanan jalan). Anda lurus ke timur sampai  dusun Besek desa Hargomulyo, setelah itu silahkan bertanya pada masyarakat sekitar lokasi Air Terjun Pengantin.
Disana anda akan dimanjakan dengan keindahan alam pegunungan dan air terjun yang sangat segar, pokoknya rugi kalau anda melewatkanya.

Jadi Lulusan Terbaik, Anak Pembantu dari Ngawi Ini Ber-IPK 3,99


Jika tekad telanjur bulat, tak ada hal yang bisa menghalangi. Itulah yang dirasakan Devi Triasari, gadis kelahiran Ngawi 19 Desember 1991.
Lahir dari keluarga tidak mampu tak membuatnya patah arang. Ia bertekad terus bersekolah agar bisa meraih cita-cita. Ia bertekad memiliki pekerjaan yang lebih baik agar bisa membahagiakan kedua orang tuanya.Lulus dari SMK Negeri 1 Ngawi pada 2010, Devi merasa tidak ada harapan untuk melanjutkan kuliah. Ia tahu betul, kedua orang tuanya tidak akan mampu membiayai.Karena itulah Devi memilih bekerja pada bagian adminsitrasi di sebuah perusahaan kontraktor di Magetan. Dengan cara begitu ia bisa membantu keuangan keluarga.
“Ayah saya hanya seorang buruh dan ibu pembantu rumah tangga,” tuturnya kepada awak media.
Namun, kemudian ia sadar, kalau ingin memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, ia tidak bisa menyandarkan pada pekerjaan sebagai pegawai kelas bawah. Apalagi gaji yang diperolehnya tidak cukup besar.Ia berefleksi, kalau mau memiliki pekerjaan baaik ia harus sekolah tinggi. Karena itulah ia kemudian mendaftar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
“Saya mencoba mendaftar Beasiswa Sampoerna dan diterima. Namun akhirnya saya tidak mengambilnya dan mencoba mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN tahun 2011,” urainya.Tidak mudah bagi Devi untuk mengikuti SNMPTN. Ia harus tidur di sebuah gudang karena tidak memiliki saudara di sekitar tempat tes. Ia juga tidak memiliki uang untuk menyewa penginapan, sekalipun penginapan murah.
Beasiswa dari Australia
Usaha keras tersebut terbayar dengan lolosnya Devi sebagai mahasiswa UNS. Ia juga memperoleh beasiswa penuh Bidikmisi. Dengan beasiswa itu, Devi tidak perlu membayar uang kuliah. Ia juga memperoleh uang saku sebesar Rp600 setiap bulan.Kesempatan emas yang diperoleh Devi tak ia sia-siakan. Ia belajar giat, meskipun saat itu ia juga harus boolak-balik Solo-Magetan agar tetap bisa bekerja.
“Semester satu saya masih bolak-balik Solo-Magetan agar tetap bisa bekerja. Namun akhirnya saya merasa berat. Akhirnya saya putuskan keluar dari pekerjaan dan mencari kerja sambilan di Solo,” kenang Devi.
“Apapun saya jalani untuk dapat memberikan bantuan uang ke orangtua karena kuliah dan living cost sudah dibiayai dari Bidikmisi. Saya menjadi guru les, penjual pulsa dan apapun yang bisa menghasilkan uang asalkan halal,” ujarnya.
Kini, buah dari kerja keras Devi terbayar dengan prestasi membanggakan dan tawaran beasiswa afirmasi S2 ke Australia.Devi lulus sebagai wisudawan terbaik UNS dengan perdiket cum laude. Tidak tanggung-tanggung, ia memperoleh Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,99. Itu sebuah pencapaian yang hanya bisa diraih oleh mahasiswa jenius.Berkat prestasinya, Devi mendapat tawaran beasiswa S2 ke Australia di bidang hukum. Dua universitas bergengsi di negeri kanguru itu, Monash University dan Newcastle University, siap menerima mahasiswi ini.(sumber brita : portalsemarang.com)

Hobi Menghitung Uang Gadis Cantik Asal Ngawi Ini Gabungkan Ekonomi dan Wisata


Bagi sebagian orang, bidang ekonomi dan wisata adalah dua dunia yang jauh beda. Yang pertama berkaitan dengan angka dan hitung-hitungan, sementara yang kedua berkaitan dengan kesenangan.
Tapi bagi Riskawati Tanundyana, dua hal itu bisa disandingkan. Gadis cantik asal Ngawi ini bisa melakoni peran sebagai mahasiswa ekonomi pembangunan sekaligus duta wisata untuk daerah kelahirannya.
Ya, Riska yang kini menempuh studi di Jurusan Ekonomi Pembangunan (EP) Unnes, sejak awal 2014 lalu terpilih jadi ambasador wisata di daerahnya. Dua kesibukan itulah yang membuat Riska kerap bolak-balik Semarang-Ngawi.
“Mulai semester 1 saya memang seminggu sekali pulang Ngawi. Biasanya acara Duta Wisata itu dilakukan waktu weekend jadi saya bisa atur jadwalnya agar tidak bentrok dengan ajdwal kuliah,” kata gadis 18 tahun ini.

Soal ketertarikannya pada bidang ekonomi, Riska mengaku sudah dimulai sejak Sekolah Dasar (SD). Saat itu, ia sudah mulai suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan pembukuan. Bahkan, ia sudah mulai membiasakan diri mencatat dan pemasukan dan pengeluaran sendiri.
“Yang paling menantang dalam jurusan ekonomi pembangunan ialah tentang kurva dan analisisnya. Di jurusan ekonomi pembangunan, tiap mahasiswa dituntut memiliki kemampuan analisis yang tinggi,” katanya.
Berbekal passion di bidang itulah, Riska terus mengasah diri. Tidak hanya ekonomi mikro. Mahasiswa yang aktif di organisasi mahasiswa FE Unnes ini juga mendalami ekonomi makro. Bagi dia, dua-duanya sama-sama asyik untuk dipelajari.
Di bidang ini, Riska bahkan sudah menetapkan target tinggi untuk menjadi seorang ekonom. Profesi itu, menurutnya, bisa dijadikan ladang pengabdian untuk menyejahterakan masyarakat.
“Menurut saya, ekonomi nasioonal kita secara umum belum merata. Saya ingin mengangkat derajat masyarakat Indonesia yang berada di daerah pelosok yang sulit terjangkau. Mereka perlu aneka program pemberdayaan yang tidak top-down, tapi partisipatif. Ini perlu program yang jelas dan matang,” kata alumni SMA 1 Ngawi ini.

Soal ekonomi partisipatif, itu bukan hal yang teoretis. Riska mulai mengaplikasikannya dalam bidang wisata, bidang yang ia geluti kini. Ia mengarahkan, pengembangan wisata harus partisipatif. Masyarakat menjadi pemilik, masyarakat pula yang berhak memetik hasilnya.
Manajemen partisipatif ini, ia menilai, cocok diterapkan di Ngawi. Sebab, daerah di daerah tengah ini memiliki objek wisata sejarah yang potensial.
“Musium Trinil dan Benteng Van Den Bosch adalah dua objek yang menandai perjalanan panjang ilmu pengetahuan dunia. Eugene Dubois, salah satu tokoh paleoanthropologi dunia, tinggal di daerah ini selama 5 tahun untuk menyelesaikan risetnya,” terang Riska.
“Bersama tim, ia menggunakan jalur sungai lokasi trinil dengan tenaga pasukan Belanda menemukan situs manusia purba pertama di dunia yaitu Pithecanthropus Erectus (manusia kera berdiri tegak) yang berusia skitar 1,8 juta tahun,” terang Riska bersemengat.
Instingnya sebagai duta wisata, membuat ia kerap “ngungun” melihat objek wisata tertentu. Ia berharap, manajemen pariwisata di daerah mana pun segera diperbaiki sehingga pariwisata berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.(sumber berita : portal Semarang)

Wisata Arca Banteng Ngawi Yang Terlupakan


Sungguh miris memang wisata Arca yang masyarakat setempat diberi nama Arca Banteng selain sepi pengunjung Lokasi wisatanya pun tak lagi terurus penjaga yang seharusnya setiap hari datang untuk membersih lokasi dia lakukan cuma beberapa hari sekali datang untuk melakukan tugasnya.
Lokasi Wisata Arca Banteng berada di Dusun Reco Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar 22 Km dari Kota Ngawi Jawa Timur. Sesuai dengan namanya, Arca Banteng tentunya berupa benda–benda . Arca Banteng adalah benda purbakala peninggalan jaman Kerajaan Majapahit.
Pada jaman dahulu ada sebuah Dusun yang jauh dari keramaian dan hanya di huni oleh beberapa warga saja,  pada tahun 1938 sesepuh Dusun Karang Belek yang bernama mbah Soikromo. Beliau menuturkan kepada warganya bahwa beliau mendapatkan petunjuk dari para leluhur untuk membongkar gundukan tanah aneh yang berada disebelah selatan dusun.

Di katakan aneh karena gundukan tanah tersebut selalu di tunggui/dijaga oleh hewan-hewan liar yang disebut Banteng. Setelah disetujui oleh semua warga, tepatnya pada hari Jum’at Legi dengan menggunakan cangkul Mbah Soikromo dan semua warga membongkar gundukan tanah itu dan menemukan 2(dua) patung peninggalan leluhur yang beragama Hindu Siwa, patung tersebut bernama Ganesha dan Nandi. Setelah penemuan itu Mbah Soikromo hendak mengganti nama dusun Karang Belek dengan nama baru dan sekaligus memberi nama temuan tersebut. Karena sebelum di temukan Arca semua warga melihat suatu kejadian aneh yakni melihat banyak hewan Banteng maka nama dusun dan penemuan tersebut dinamakan Arca Banteng/Reco Banteng.
Jika anda penasaran dengan Arca tersebut, silahkan anda datang langsung ke lokasi wisata Arca Banteng yang berada di Dusun Reco Banteng.

Apa Itu D.O.C ????


DOC merupakan perkumpulan dari beberapa pemilik usaha outlet sekecamatan kedunggalar. Kepanjangan dari DOC sendiri adalah "Doenggalar Outlet Community" yang diketuai oleh kang Edi sebagai pemilik outlet "Fitri Cell" dan wakilnya kang Liadona S.A sebagai pemilik "Sheva Cell". Awal mula terbentuknya DOC sendiri berlandaskan atas kesadaran dan rasa solidaritas dari semua pemilik outlet sekecamatan kedunggalar yang begitu kuat untuk membentuk suatu komunitas sebagai wadah tukar pendapat dan saling tukar informasi.
Berawal dari situlah kang Edi bersama kang Dona menjembatani keinginan mereka dengan mendatangi seluruh outlet sekecamatan Kedunggalar untuk melakukan pendataan serta diajak bersama mengadakan kegiatan musyawarah yang disertakan dengan arisan. Pertemuan pertamapun sudah menuai hasil yang positif yaitu selain terbentuknya nama DOC dan membuat Struktur organisasi itu sendiri. Seluruh anggota DOC sepakat menaikan harga pulsa senilai 1000 Rupiah hal ini dilakukan karena naiknya harga BBM dan bahan pokok yang semakin hari semakin mahal.
DOC yang awalnya beranggotakan belasan outlet seiring berjalanya waktu anggotanya mulai bertambah  kini anggota DOC mencapai limapuluhan outlet. Berikut ini sebagian dari anggota DOC :
Ketua                      : Edy (Fitri Cell) Pohjagal
Wakil/Bendahara   : Liadona S.A (Sheva Cell) Jatigembol
Anggota                  : Rahayu Cell (Hatta Fauzi) Pulorejo Kedunggalar
                                : Andik Cell (Andik) Kedunggalar
                                : Endys Cell (Puji) Kedunggalar
                                : Kedunggalar Cell (Aziz) Kedunggalar
                                : RHyono Cell (Rhony) Kelompok Banjarejo
                                : Harum Prima (Yogho) Sidowayah
                                : Rani (Rani) Sidowayah
                                : Irawan Cell (Fuardi Irawan) Kawu Trinil
                                : JGby Cell (Supriyono) Wonokerto
                                : Ria Cell (Candra) Wonokerto
                                : Arik Anggoro (Goyong) Wonokerto
                                : Budi Cell (Budianto Teguh S) Wonokerto
                                : Lawu Cell (Anjar R) Kedunggalar
                                : Famaly (Yudo) Kedunggalar
                                : Wina Cell (Munawir) Plosorejo Kedunggalar
                                : Ajenk Cell (Praha) Plosorejo Kedunggalar
                                : Edelweis Cell (Anto) Plosorejo Kedunggalar
                                : Hera Cell (Waluyo) Plosorejo Kedunggalar
                                : Inno Cell (Yoseph) Kaliwowo Kedunggalar
                                : VieDie Cell (Andyka) Kaliwowo Kedunggalar
                                : Farma Cell (Gandhi) Kaliwowo Kedunggalar
                                : Bima Sakti Cell (Mashuri) Kaliwowo Kedunggalar
                                : Yosfi Cell (Yusuf Efendi) Mbirjo
                                : Saiba Cell (Syamsudin) Begal Kedunggalar
                                : Juragan Pulsa (Agus Sutikno) Begal Kedunggalar
                                : Shofi Cell (Ibnu Yasin) Gebung Katikan Kedunggalar
                                : Jajux Pulsa (Jajuk) Begal Kedunggalar
                                : Caren Pulsa (Samini) Begal Kedunggalar
                                : Covi Pulsa (Eko) Begal Kedunggalar
                                : Mincuk Pulsa (Fudin) Kopenan Begal Kedunggalar
                                : Hans Pulsa (Dwi Hantoro) Begal Kedunggalar
                                : Totox Pulsa (Totok) Begal Kedunggalar
                                : Arini (Dwi Arini) Begal Kedunggalar
                                : Mur Pulsa (Mur) Begal Kedunggalar
                                : Faqih Pulsa (Tri Hariyanto) Kopenan Begal Kedunggalar
                                : Dodix Pulsa (Dodik) Kopenan Begal Kedunggalar
Misi dari DOC itu sendiri adalah "Menjadikan Outlet Pulsa Berbisnis Pulsa Lebih Mudah Cepat dan Akurat Sehingga Masyarakat Dapat Melakukan Pembelian dan Pembayaran di Loket Pembayaran Anggota DOC Terdekat dari Rumah Tinggal Dengan Cepat, Tepat dan Akurat". Sekian sedikit info dari kami semoga bermanfaat. untuk lebih jelasnya silakan kunjungi http://www.doenggalaroutletcommunity.org/.

Hp Android Tiba-Tiba Restart?? Ini Cara Memperbaikinya

Pernah mengalami kejadian yang satu ini? Hp Android kamu tiba-tiba restart ketika kamu sedang menggunakannya pasti sangat menjengkelkan. Banyak sekali penyebab hp Android tiba-tiba restart, bisa karena baterai terlalu panas, RAM tidak cukup, hingga penggunaan yang berlebihan.
Tidak hanya masalah dari spesifikasi, tetapi kejadian tiba-tiba restart juga bisa disebabkan karena adanya kesalahan atau error yang terdeteksi oleh sistem operasi dan salah satu bentuk pencegahannya adalah dengan restart.

Cara Memperbaiki Hp Android yang Tiba-Tiba Restart

1. Cabut Baterai untuk sementara lalu pasang dan kemudian nyalakan hp seperti biasa.

 
Perbesar
Perkecil

2. Factory Reset

Untuk cara Factory Reset ini bisa dilakukan ketika hp Android kamu tidak kunjung membaik. Cara Factory Reset bisa kamu lihat di artikel ini.
Ketika kamu menggunakan cara kedua yaitu Factory Reset, pastikan sebelum melakukannya kamu sudah backup data-data yang penting seperti kontak, file multimedia, dan lainnya untuk menghindari hilangnya data tersebut karena ketika melakukan Factory Reset, smartphone akan kembali ke pengaturan awal seperti baru pertama kali kamu beli. Kamu bisa backup menggunakan Titanium Backup jika sudah di-root atau kamu bisa menggunakan cloud service seperti Google Drive jika belum di-root.

Pemuda Ini Raih Sukses Di Desa Dengan Menanam Melon Ngawi

Pemuda kelahiran asli kota Ngawi bernama Agus Sodiq Mengatakan kalau ingin mengurai kisah melon ngawi berawal dari tahun 1990. Pada saat itu, konon ada ahli melon dari “luar” (katanya dari Thailand) melakukan percobaan penanaman melon di Ngawi (Jawa Timur), tepatnya di kecamatan Paron. Hasilnya memuaskan lalu menarik minat petani di situ untuk ikut menanamnya. Dari sini melon hasil coba di Paron berkembang ke kecamatan lainnya di kabupaten Ngawi itu. Karena Ngawi dianggap sebagai ‘pionir’ maka melon jenis ini menjadi terkenal sebagai melon ngawi.

Keberhasilan Ngawi menanam melon jenis itu memancing daerah lain untuk menanamnya. Sekitar 1992 giliran Sragen dan Sukoharjo (Jawa Tengah) menanamnya. Dari sini masuk ke Ponorogo (Jawa Timur) terus tahun 2000 masuk ke Purwadadi (Jawa Tengah). Sekarang ini, melon yang dikatakan sebagai melon ngawi sudah dibudidayakan petani di sekitar Kudus, Jepara, Pati (Jawa Tengah), juga Nganjuk (Jawa Timur) dan daerah lain di Jawa.Sebelum memiliki lapak itu, 1992 – 1995 beroperasi di lapangan sebagai penebas terutama di Sukoharjo. Waktu itu Sukoharjo menjadi salah satu sentra penanaman melon selain Ngawi dan Sragen. Cerita Muslim, penyebaran itu tak lepas dari peran tenaga kerja dari masing-masing daerah. Rupanya, ketika Ngawi mengembangkan melon, tenaga kerjanya dari luar daerah. Setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka mengembangkan sendiri melon yang sama di tempat tinggalnya. Di antara mereka adalah tenaga kerja dari Purwadadi yang juga memanfaatkan penyuluh pertanian dari Ngawi.
Berangkat dari situlah melon ngawi menjadi “trademark” para pedagang meskipun bisa jadi melon itu datangnya bisa dari Sukoharjo, Ponorogo, Purwodadi, Nganjuk, juga Kulon Progo (DIY), dll. Tetapi nama melon ngawi’ itu sendiri muncul dari para pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati dan sekitarnya.
Melon ngawi merupakan ‘melon F-1 Hybrid variatas Action 434’. Buahnya bulat, bobotnya 2,1 – 4,0 kg. Kulit buah berjaring, warna hijau kuning. Umur panen 60 – 65 hari. Daging buahnya tebal, warna hijau kuning, aromanya tidak begitu tajam. Buah tahan disimpan lama dan dikirim ke tempat jauh. Potensi produksi 30 -40 ton perhektar. Melon ini bisa beradaptasi pada daerah sampai 600 m d.p.l. “Melon ‘Action” paling laku. Kulit dan urat tebal, daging padat, tebal, dan tahan lama, tidak gampang busuk. Kalau ‘Sky Rocket’ lebih harum tapi tidak tahan lama. Sehari dua hari sudah lembek,” tutur pemuda yang pernah merantau di kota Batam.
Agus yang membantu orang tuanya bertanam melon menambahkan, ‘Action’ tahan penyakit. Jenis lain yang pernah ditanam tapi gagal adalah Fresh dan Starr.
Menurut pemuda yang rupawan ini bobot buahnya 2,0 – 3,0 kg atau rata-rata 2,5 kg. Aroma buah sedikit harum dan rasanya manis. Daging buah tebal. Dan yang paling ditonjolkan dari ‘Leader’ adalah tahan penyakit daun, yang merupakan penyakit yang banyak menyerang melon Ngawi terutama saat penanaman dilakukan hujan masih turun.
Mengenai rasa manis buah, Agus juga membuat catatan lagi. Rasa manis terbentuk justru saat buah belum membentuk net (umur di bawah 40 – 50 hari). “Kalau net sudah terbentuk, dan rasa buah tidak manis, berarti saat dipanen rasa buah tidak akan manis. Tetapi kalau sampai panen buah tidak mengeluarkan net, buah tidak ada rasanya alias hambar,” tegas Agus Sodiq.
Kemudian kaitannya dengan kualias atau kelas buah, tutur pemuda yang masih lajang dan menjomblo ini, buah yang netnya tidak sempurna masuk ke Kelas C. Kalau melon Kelas A, netnya rapat, tidak ada luka, performa buah sempurna, bobot buah di atas 2,0 kg. Yang Kelas B, seperti Kelas A tapi bobot buah 2,0 kg ke bawah. Sedangkan yang betul-betul tidak ngurat masuk Kelas plonco atau melon gundul. Biasanya melon ini tidak diambil penebas dan masuk pasar local. 

Hal Unik Dibalik Eksotisnya Air Terjun Teleng Di Bumi Perkemahan Selondo Ngawi

Selondo merupakan sebuah lokasi atau tempat wisata keluarga yang perlu diperhitungkan sebagai referensi anda untuk mengisi acara liburan keluarga anda. Bumi Perkemahan yang terletak di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, berjarak 30 Km dari pusat kota Ngawi ini meiliki lokasi yang cukup srategis.  Letaknya yang berada di kaki Gunung Lawu membuat Selondo memberikan hawa yang sangat sejuk dan nyaman.
Selondo berasal dari kata selo(jawa) yang mempunyai arti batu dan ondo(jawa) yang mempunyai arti tangga, Selondo berarti tangga batu. Kawasan ini biasa digunakan sebagai Bumi Perkemahan (buper) oleh anak-anak Pecinta Alam maupun Pramuka dan PMR. Pemandangan yang indah berlatar belakang hutan pinus serta kesejukan udara pegunungan mendukung kegiatan adventure dan penjelajahan serta out bond.
Medannya yang naik turun cocok untuk menguji kekuatan fisik para pengikut organisasi kemanusiaan maupun kemasyarakatan. Terdapat pula sebuah sungai yang indah dengan jembatan layang yang membelah sungai tersebut, terdapat pula area rock climbing bagi yang punya nyali dan bernuansa meningkatkan adrenalin.
 Selain wahana yang ditawarkan tersebut sekarang Bumi Perkemahan Selondo telah di bangun kolam renang yang cocok untuk keluarga anda. Karena kolam renang tersebut dibangun dengan dua kolam renang. Kolam renang utama memiliki kedalaman sekitar 2m ini dikususkan untuk kolam renang dewasa sedangkan kolam renang yang memiliki kedalaman setengah meter dikususkan untuk anak-anak.
Selain itu tak banyak yang tau kalau Bumi Perkemahan Selondo memiliki sebuah air tejun yang eksotis yang biasanya masarakat sekitar menyebutnya air terjun Teleng. Untuk mencapai dilokasi air terjun ini memerlukan tenaga ektra karena tidak ada alat bantu transportasi untuk menuju kesana. Anda harus berjalan kaki sekitar 30menit untuk menuju air terjun  melalui jalan setapan memang cukup melelahkan akan tetapi rasa lelah dan capek anda akan terobati bila mana anda sudah mencapai lokasi air tejun teleng tersebut. Rasa capek dan lelah anda akan terobati dengan keindahan pesona air terjun teleng tang begitu asri dan jarang dijamah manusia ini.

Wanita Ini Membuat Para Lelaki Patah Hati. MENGAPA???



Nong Poy, seorang aktris dan model terkenal di Thailand yang lahir pada tahun 1986 sebagai anak laki-laki, namun Nong Poy alias Treechadaa Marnyaporn mengaku merasa risih ketika melihat "alat kelamin prianya" sendiri. Sejak lama ia telah bermimpi untuk menjadi seorang anak perempuan.Ia melakukan operasi transgender untuk pertama kalinya pada usia 17 untuk merubah dirinya menjadi seorang remaja perempuan. Dan ia merasa senang dan nyaman dengan perubahannya itu.Ketika umurnya 19 tahun, namanya melejit setelah berhasil menjuarai kontes Miss Tiffany pada tahun 2004. Nong poy mengaku setelah melalui operasi transgender, ia merasa terlahir kembali.

Untuk sebagian orang khususnya laki-laki pasti terpana saat melihat foto-foto Poy. Siapa yang menyangka kecantikannya sebagai Lady Boy membuat seseorang tidak akan mengira jika dahulu ia adalah seorang anak laki-laki.

Poy, juga menceritakan bagaimana sakitnya ketika poy harus melalui rangkaian operasi untuk menjadi perempuan. Rasa takut pun timbul dibenaknya kala itu. Namun karena impiannya sejak dulu untuk menjadi seorang perempuan sejati. Ia rela menahan sakit yang dialaminya dahulu.Karena kecantikannya serta bakat yang ia miliki dibidang tarik suara, Nong Poy berhasil menarik seorang pria bernama Warwick Pong yang kini telah resmi menjadi kekasihnya. Kekasih Poy adalah seorang pegolf profesional.

Poy mengatakan hal yang paling menyentuh hatinya adalah ketika mengetahui bahwa kekasihnya itu dapat menerima sosoknya dengan apa adanya.

Inilah beberapa foto Nong Poy:

Ketika Poy memenangkan ajang Miss Tiffany pada tahun 2004.


Siapa sangka bahwa dulu Poy adalah seorang laki-laki



Kecantikannya bahkan melebihi perempuan asli
Jika belum mengetahui jati dirinya sebenarnya pasti perempuan-perempuan akan iri ketika melihat foto-foto diatas. Penasaraan dengan foto Poy sebelum melakukan transgender?
Ini dia penampakan Poy sebelum merubah dirinya menjadi seorang perempuan:

Obyek Wisata Pesanggrahan Srigati Tak Lagi Angker

Kalau mendengar istilah atau kata srigati mungkin bagi orang pada umum adalah sebuah nama seorang wanita. Akan tetapi berbeda bagi orang-orang tertentu terutama warga Ngawi. Mereka sudah tidak asing lagi mengenal istilah kata Srigati yang merupakan Lokasi Pesanggrahan yang berlokasi 12 Km arah barat daya kota Ngawi, tepatnya di Desa Babadan Kecamatan Paron, Ngawi Jawa Timur. Karena lokasinya yang strategis memudahkan pengunjung untuk mengunjunginya dengan berbagai alat transportasi/kendaraan bermotor. Pesanggrahan Srigati merupakan obyek wisata spiritual yang menurut masyarakat jawa merupakan salah satu dari alas(hutan) angker atau wingit. Menurut penduduk setempat adalah pusat keraton lelembut/makhluk halus. Di lokasi ini juga terdapat petilasan Raja Brawijaya.

Pada hari-hari tertentu seperti hari Jum’at Pon dan Jum’at Legi pada bulan Syuro, Pesanggrahan Srigati banyak dikunjungi oleh para peziarah untuk menyaksikan upacara ritual tahunan yaitu Ganti Langse sekaligus melaksanakan tirakatan/semedi untuk ngalap berkah. Selain itu tak jarang pula banyak pendatang yang ingin sekedar tau dan menjadikan srigati sebagai tempat wisata untuk menghilangkan rasa penat hal ini dikarenakan lokasi srigati yang berada di hutan yang sejuk dan eksotis.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. zona Informasi Seputar Ngawi 2017 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger